Menulis dan menguji kode Smart Agriculture System secara bertahap dengan teknik debugging sistematis.
Kalian sudah memiliki arsitektur di pertemuan sebelumnya. Sekarang saatnya menulis kode! Aturan nomor satu dalam pemrograman proyek besar adalah: Jangan menulis semua kode sekaligus lalu berharap langsung jalan!
Kita akan menggunakan pendekatan modular: tulis sedikit, uji (test), perbaiki, lalu tambahkan fitur lain.
millis().Berikut adalah kerangka kode (skeleton) dan fungsi kunci untuk Smart Agriculture System kita. Perhatikan bagaimana kita memecah program besar menjadi fungsi-fungsi kecil seperti bacaSemua(), kontrolAktuator(), dan updateLCD().
"Kode saya sudah di-upload, tapi layarnya kosong dan pompanya menyala terus!" — Selamat datang di dunia debugging!
Gunakan Serial Monitor sebagai mata Anda ke dalam otak Arduino. Pastikan sensor terbaca dengan benar sebelum menyalahkan pompa.
Solusi:Kabel data DHT11 terlepas, atau pin yang dideklarasikan di kode salah.
Solusi:Sensor tidak tertancap sempurna ke tanah, kabel terbalik, atau nilai batas di fungsi map() perlu dikalibrasi ulang (bukan 850-350).
Solusi:Putar potensiometer di belakang modul I2C LCD dengan obeng kecil sampai tulisan terlihat.
Jika kalian menemukan error kompleks, mundurlah selangkah. Uji satu per satu (Unit Testing).
Luangkan 2–3 menit untuk menjawab pertanyaan di bawah secara jujur.
Apa yang paling mengejutkan atau menarik hari ini?
Error (bug) apa yang paling berkesan dan berhasil kamu pecahkan hari ini?
Apa yang masih membingungkan atau ingin kamu pahami lebih dalam?
Apakah kamu sudah sepenuhnya paham perbedaan program menggunakan delay() vs millis()?
Apa yang ingin kamu coba atau pelajari minggu depan?
Apa rencana perbaikan hardware/kode untuk pertemuan berikutnya?
Refleksi tidak dinilai — ini adalah ruang jujurmu untuk berpikir.