Arsitektur Sistem Terintegrasi

Merancang arsitektur dan membagi tugas pengembangan untuk proyek akhir Smart Agriculture System.

90 Menit
Modul 5 & 6: PjBL Utama — Smart Agriculture System
Pertemuan 13

TPTujuan Pembelajaran

  1. Peserta didik dapat menjelaskan arsitektur lengkap Smart Agriculture System
  2. Peserta didik dapat merancang alur data dari sensor ke aktuator dalam sistem pertanian cerdas
  3. Peserta didik dapat membagi tugas pengembangan dalam tim secara modular
  4. Peserta didik dapat membuat dokumen perencanaan proyek yang lengkap

Visi Smart Agriculture

Selamat datang di Proyek Akhir kita! Selama satu semester penuh, kalian telah belajar berbagai jenis sensor dan aktuator. Sekarang, saatnya menggabungkan semua pengetahuan tersebut menjadi satu sistem utuh: Smart Agriculture System.

Bayangkan sebuah kebun atau green house di mana tanaman disiram secara otomatis saat tanah mengering, suhu ruangan dipantau untuk memastikan tanaman tidak kepanasan, dan sistem keamanan siap mendeteksi siapa saja yang memasuki area tersebut. Itulah yang akan kita buat!

Arsitektur Sistem

Sistem kita memiliki banyak komponen. Untuk menghindari kebingungan, kita perlu melihat gambaran besarnya atau Arsitektur Sistem. Arsitektur membantu kita memahami bagaimana setiap bagian saling terhubung.

Blok Diagram Arsitektur Smart Agriculture System

Alur Data Sensor & Aktuator

Dalam sistem yang kompleks, kita harus merumuskan bagaimana data mengalir dan apa keputusan yang harus diambil oleh "otak" (Arduino).

  • Data Masuk (Input): Arduino terus-menerus membaca kondisi suhu (DHT11), kelembaban tanah (Soil Moisture), intensitas cahaya (LDR), dan pergerakan (PIR).
  • Pemrosesan (Proses): Arduino membandingkan data dengan batas (threshold) yang kita tentukan. Misalnya, "Apakah tanah sudah di bawah 30% kelembabannya?"
  • Tindakan (Output): Jika ya, maka Arduino menyalakan pompa air. Jika suhu terlalu panas, kipas ventilasi dihidupkan dan alarm buzzer berbunyi. Semua status ini ditampilkan di layar LCD agar bisa dipantau langsung.

Pembagian Tugas (Kerja Tim)

Proyek besar tidak bisa dikerjakan sendiri secara efisien. Kalian perlu membagi peran dalam tim. Membagi sistem menjadi bagian-bagian kecil disebut dengan pendekatan Modular.

Perencanaan Proyek

Gunakan prinsip perencanaan yang terstruktur. Tentukan target harian untuk 3 pertemuan ke depan:

  1. Pertemuan ini: Dokumen arsitektur, pembagian tugas, dan pin mapping selesai.
  2. Pertemuan berikutnya: Perakitan hardware inti (Arduino + Sensor) dan pengujian kode baca sensor.
  3. Pertemuan selanjutnya: Integrasi aktuator (Pompa, Kipas) dan pengujian logika otomasi penuh.

Latihan & Perencanaan

Mengapa penting membuat arsitektur sistem sebelum mulai memprogram atau merakit?

Sedang

Aktivitas Tim: Dokumen Desain

Bersama tim Anda, buatlah dokumen sederhana (di buku atau kertas kosong) yang berisi:

  1. Daftar Anggota Tim & Peran: Tuliskan nama dan peran masing-masing.
  2. Pin Mapping: Buat tabel pin Arduino mana yang terhubung ke sensor/aktuator mana (misal: Pompa di Pin 7, DHT di Pin 2).
  3. Logika Sederhana: Tulis 3 aturan "Jika - Maka" (If-Then) untuk sistem kalian (misal: "Jika suhu > 35 derajat, maka Kipas menyala").
Kesimpulan Pertemuan 13
  • Smart Agriculture System adalah integrasi multi-sensor dan aktuator untuk mengotomatisasi pemeliharaan lingkungan tanaman.
  • Arsitektur sistem memperjelas posisi dan aliran data antara input (sensor), proses (Arduino), dan output (aktuator, LCD).
  • Proyek kompleks harus dikerjakan secara tim dengan pembagian tugas yang modular.
  • Perencanaan (Pin mapping, logika if-then) adalah langkah pertama yang krusial sebelum perakitan.

RRefleksi Desain

Luangkan 2–3 menit untuk menjawab pertanyaan di bawah secara jujur.

Kejutan & Penemuan

Apa yang paling mengejutkan atau menarik hari ini?

Bagian mana dari sistem ini yang menurutmu akan paling menantang untuk dibuat?

Masih Membingungkan

Apa yang masih membingungkan atau ingin kamu pahami lebih dalam?

Adakah aliran data antar sensor/aktuator yang masih membingungkan logika berpikirmu?

Rencana Selanjutnya

Apa yang ingin kamu coba atau pelajari minggu depan?

Langkah pertama apa yang akan dilakukan peranmu di pertemuan berikutnya?

Refleksi tidak dinilai — ini adalah ruang jujurmu untuk berpikir.